Home / Ragam / Sosial / Masuk Polisi Itu Gratis! Polri Pastikan Rekrutmen Tanpa Biaya dan Minta Transparansi Ditingkatkan

Masuk Polisi Itu Gratis! Polri Pastikan Rekrutmen Tanpa Biaya dan Minta Transparansi Ditingkatkan

Jakarta (29/7/2025) – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga integritas dan kepercayaan publik, khususnya dalam proses penerimaan calon anggota baru. Dalam pernyataan resminya, Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri, Komjen Pol. Drs. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M., menyatakan bahwa seluruh tahapan seleksi rekrutmen anggota Polri sepenuhnya gratis dan tidak dipungut biaya apa pun.

Pernyataan ini disampaikan Komjen Dedi dalam arahannya kepada jajaran Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Polri, yang merupakan panitia pelaksana Penerimaan Terpadu Calon Anggota Polri Tahun Anggaran 2025. Ia menegaskan, seluruh jajaran Polri harus aktif memberikan edukasi kepada masyarakat guna menepis stigma atau anggapan lama bahwa “masuk polisi harus bayar”.

“Jadi harus clear kepada masyarakat bahwa masuk polisi itu gratis. Kegiatan rekrutmen betul-betul bersih. Sampaikan secara terus-menerus agar masyarakat benar-benar paham. Pertimbangan utama penerimaan calon anggota Polri adalah kualitas,” tegas Komjen Dedi.


Rekrutmen Harus Bersih dan Akuntabel

Lebih lanjut, Irwasum meminta agar seluruh tahapan seleksi, mulai dari administrasi, tes kesehatan, psikologi, hingga wawancara dan pemeriksaan akhir, dilakukan dengan standar transparansi tinggi dan bebas dari intervensi atau praktik kecurangan.

Komjen Dedi juga mengingatkan bahwa SSDM Polri tidak boleh pasif dalam menanggapi berbagai kritik dan isu yang berkembang di tengah masyarakat, khususnya terkait praktik pungli atau permainan dalam rekrutmen.

“Panitia jangan hanya fokus pada pelaksanaan teknis. Perlu ada upaya aktif menangkal isu negatif agar masyarakat percaya bahwa proses seleksi ini jujur dan profesional,” ujarnya.


Saluran Aduan Dibuka Lebar untuk Masyarakat

Sebagai bagian dari peningkatan kepercayaan publik, Irwasum juga memerintahkan pembukaan ruang komunikasi publik yang luas dan mudah diakses. Polri akan mengaktifkan berbagai saluran aduan, termasuk hotline pengaduan dan whistle blower system, guna menampung dan menindaklanjuti laporan dari masyarakat.

“Ruang komunikasi publik harus dibuka seluas-luasnya. Setiap laporan atau keluhan masyarakat wajib direspons dengan cepat dan serius. Ini demi peningkatan kualitas rekrutmen ke depan,” terang Dedi.

Dengan langkah ini, masyarakat diharapkan tidak ragu untuk melapor jika menemukan indikasi pelanggaran dalam proses rekrutmen, termasuk praktik pungli atau penipuan oleh oknum tidak bertanggung jawab.


Transformasi Rekrutmen: Polri Presisi, Bebas KKN

Komjen Dedi menegaskan bahwa proses rekrutmen adalah bagian penting dari upaya reformasi birokrasi di tubuh Polri. Oleh karena itu, Polri terus menyempurnakan sistem seleksi melalui pemanfaatan teknologi informasi, pengawasan ketat, dan kolaborasi dengan pengawas eksternal.

“Kami ingin memastikan hanya mereka yang berkualitas, berintegritas, dan punya semangat melayani yang bisa lolos menjadi anggota Polri,” tambahnya.

Transformasi ini sejalan dengan semangat Polri Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan), di mana rekrutmen bebas dari KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme) menjadi prinsip utama.


Imbauan: Jangan Percaya Calo atau Janji Lolos Berbayar

Polri juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah tergiur oleh janji-janji dari pihak luar yang mengklaim bisa “meloloskan” peserta seleksi dengan membayar sejumlah uang. Komjen Dedi menegaskan, tidak ada jalur belakang dalam penerimaan anggota Polri.

“Kalau ada yang mengatasnamakan Polri dan menjanjikan kelulusan dengan imbalan, itu dipastikan penipuan. Segera laporkan agar kami bisa tindak tegas,” ujarnya.


Penutup: Rekrutmen Polri Adalah Hak Setiap Warga, Bukan Privilege

Komjen Dedi menutup arahannya dengan menegaskan bahwa rekrutmen Polri adalah kesempatan terbuka bagi seluruh masyarakat Indonesia, bukan hak eksklusif bagi mereka yang memiliki koneksi atau kemampuan finansial.

“Masuk polisi adalah hak semua anak bangsa. Kami ingin proses ini benar-benar mencerminkan keadilan sosial dan profesionalisme institusi,” tegasnya.

Polri berharap dengan terbukanya informasi, meningkatnya pengawasan publik, dan komitmen kuat dari internal institusi, kepercayaan masyarakat terhadap proses rekrutmen anggota Polri akan semakin tinggi.


📢 Laporkan segala bentuk dugaan pelanggaran selama proses seleksi ke kanal resmi pengaduan Polri. Bersama kita wujudkan Polri yang Presisi, profesional, dan dipercaya rakyat.

Sumber: CNN

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *