Mataram, 29 Juli 2025 — Sebuah langkah besar dalam perlindungan dan pemberdayaan tenaga kerja dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, secara resmi melepas keberangkatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Malaysia Barat dalam program perekrutan tanpa biaya (zero cost) yang berlangsung di Mataram, Selasa (29/7).
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni pelepasan, melainkan simbol dari perubahan paradigma dalam pengiriman tenaga kerja ke luar negeri: dari sekadar bekerja menjadi upaya membangun masa depan.
Zero Cost, Nol Beban, Tinggi Harapan
Program perekrutan zero cost menjadi terobosan penting yang menghapus beban finansial calon PMI. Dalam sambutannya, Gubernur Iqbal menyampaikan apresiasi dan rasa hormatnya kepada para pekerja yang telah mengambil keputusan besar untuk merantau.
“Merantau adalah keputusan besar yang hanya diambil oleh orang-orang pemberani. Tapi ingat, keberangkatan ini bukan akhir perjalanan, melainkan awal dari perjuangan untuk perubahan,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa dalam dua tahun masa kontrak kerja, para PMI harus mampu membawa pulang lebih dari sekadar materi—mereka harus membawa perubahan hidup, baik bagi diri sendiri maupun keluarganya.
Dari Perjuangan ke Investasi: Menanam Masa Depan
Gubernur juga mendorong para PMI agar tidak hanya fokus pada pekerjaan, tetapi juga mulai menata masa depan melalui investasi dan pengelolaan keuangan yang cerdas. Pemerintah Provinsi NTB, kata dia, telah menjalin kerja sama dengan OJK dan lembaga perbankan untuk merancang skema pinjaman tanpa bunga demi mendukung biaya keberangkatan dan penguatan literasi keuangan bagi para calon PMI.
“Gunakan penghasilanmu untuk berinvestasi. Jangan kembali dengan tangan kosong. Jadikan dua tahun ini titik balik perubahan hidupmu dan keluargamu,” pesannya penuh semangat.
Perlindungan Menyeluruh, Bukan Hanya di Luar Negeri
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Iqbal juga menegaskan bahwa komitmen pemerintah dalam melindungi PMI tidak berhenti di luar negeri. Perlindungan menyeluruh juga diberikan bagi keluarga yang ditinggalkan. Khususnya anak-anak para PMI, yang dijamin dapat tetap bersekolah dan tumbuh dalam lingkungan yang aman dan terpantau.
“Kita tidak hanya melindungi TKI di tempat kerjanya, tapi juga memastikan anak-anak mereka tetap sekolah, tetap mendapat perhatian,” ujarnya.
Apresiasi untuk SD Guthrie: Pelopor Zero Cost di NTB
Gubernur turut memberikan apresiasi kepada perusahaan SD Guthrie, yang selama 10 tahun konsisten merekrut tenaga kerja asal Lombok secara langsung dan menjadi pelopor zero cost di wilayah NTB. Ia berharap model perekrutan seperti ini bisa dijadikan contoh oleh perusahaan-perusahaan lain.
“Kami berterima kasih kepada SD Guthrie yang menjadi mitra dalam menciptakan sistem perekrutan yang sehat dan berintegritas. Praktik baik ini perlu diperluas,” imbuhnya.
Etika dan Disiplin: Cermin Wajah Bangsa
Mengakhiri sambutannya, Gubernur Iqbal menitipkan para PMI kepada perusahaan dan menekankan pentingnya menjaga etika, disiplin, dan komunikasi dengan keluarga.
“NTB adalah salah satu provinsi pengirim TKI terbesar ketiga atau keempat di Indonesia. Mari kita pastikan, bukan hanya besar jumlahnya, tapi besar juga manfaat dan keberkahannya. Jadilah duta yang membanggakan bagi daerahmu dan bangsa ini,” pungkasnya.
Program ini menandai langkah maju Pemerintah Provinsi NTB dalam mewujudkan cita-cita “NTB Makmur dan Mendunia”, sekaligus menjadi cerminan bagaimana kebijakan publik yang inklusif dapat berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat.