Lombok Timur – Di balik kesederhanaan rumah berdinding batako di sebuah sudut kampung, tersimpan kisah perjuangan hidup penuh keteguhan hati dari pasangan Lalu Marwil dan istrinya, Jenah. Dahulu, Lalu Marwil bekerja sebagai pedagang keliling, menjajakan bola plastik dari kampung ke kampung demi mencukupi kebutuhan keluarga. Namun, takdir berkata lain.
Dua tahun lalu, Lalu Marwil mengalami kecelakaan lalu lintas yang mengubah hidupnya. Tangan kanannya patah dan hingga kini tidak dapat digunakan untuk beraktivitas normal. Sejak saat itu, ia tak lagi bisa melanjutkan pekerjaannya sebagai penjual keliling.
Tak ingin menyerah pada keadaan, Lalu Marwil kini membantu sang istri memproduksi kerupuk nasi dari rumah. Meski hanya dengan satu tangan yang berfungsi, ia tetap ikut menjemur dan menata kerupuk buatan istrinya, yang dijual untuk menafkahi keluarga. Penghasilan mereka memang tak seberapa, cukup untuk bertahan hidup sehari-hari bersama anak-anak mereka.
“Kami hanya bisa berharap dagangan laku dan cuaca mendukung untuk menjemur,” ujar Jenah, sambil tersenyum ikhlas.
Kisah pasangan ini menjadi potret nyata perjuangan rakyat kecil yang terus berusaha bangkit di tengah keterbatasan. Lalu Marwil dan Jenah adalah contoh nyata bahwa semangat hidup dan kerja keras tidak pernah pudar, meski raga tak lagi sempurna.
Pemerintah dan masyarakat diharapkan lebih peduli terhadap pejuang keluarga seperti mereka—yang dengan segala keterbatasan, tetap bekerja keras demi masa depan yang lebih baik.