Home / Ragam / Sosial / Bakti Sosial HUT RI ke-80: Pemprov NTB Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Bantuan Banjir untuk Warga Mataram

Bakti Sosial HUT RI ke-80: Pemprov NTB Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Bantuan Banjir untuk Warga Mataram

Bakti Sosial

Mataram, 14 Agustus 2025 – Dalam semangat memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) menggelar bakti sosial dan pemeriksaan kesehatan gratis di Lingkungan Kekalik Barat dan Kekalik Jaya, Kota Mataram, Kamis pagi.

Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi wujud nyata dari semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama, terutama bagi masyarakat yang terdampak banjir beberapa waktu lalu.

“Pasca banjir ini, belum semua masyarakat bisa pulih. Maka hari ini kami hadir memberikan pemeriksaan kesehatan gratis, bantuan sembako, dan bibit cabai sebagai bentuk dukungan untuk pemulihan,” ujar Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, saat membuka kegiatan.


Makna Kemerdekaan: Membangun dari Akar Rumput

Gubernur Iqbal menekankan bahwa peringatan HUT RI harus dimaknai sebagai momentum untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan, yaitu menciptakan rakyat yang makmur dan mandiri.

“Kita ingin kegiatan ini bukan hanya meramaikan, tapi juga mengingatkan kita bahwa kemerdekaan harus kita isi bersama. Kita ingin rakyat NTB makmur dan mendunia,” tegasnya.


Lingkungan Bersih, Bencana Terhindar

Di tengah upaya pemulihan pasca-banjir, Gubernur juga mengingatkan pentingnya kesadaran lingkungan, khususnya dalam menjaga kebersihan sungai.

Ia menyampaikan bahwa Pemprov NTB tengah bekerja sama dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk revitalisasi sungai dan saluran air, guna mencegah bencana serupa.

“Kami akan perbanyak tempat sampah. Tapi yang lebih penting, mari jaga kesadaran bersama, jangan buang sampah ke sungai. Karena itu salah satu penyebab utama banjir kemarin,” jelasnya.


Solidaritas sebagai Wujud Nasionalisme

Bakti sosial ini diikuti antusias oleh warga setempat. Selain pemeriksaan kesehatan, masyarakat juga mendapatkan edukasi soal gizi, sanitasi, dan mitigasi bencana.

Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa nasionalisme tidak selalu harus dalam bentuk upacara megah, tapi juga lewat aksi nyata untuk sesama.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *