Home / Daerah / Lombok Timur / Kabar Duka dari Apitaik: Bengkel Terbakar, Warga Panik, Kerugian Ditaksir Puluhan Juta Rupiah

Kabar Duka dari Apitaik: Bengkel Terbakar, Warga Panik, Kerugian Ditaksir Puluhan Juta Rupiah

Apitaik, Lombok Timur — Suasana sore yang biasanya tenang di wilayah Apitaik, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, mendadak berubah mencekam. Sebuah bengkel milik warga setempat dilalap si jago merah pada Senin, 28 Juli 2025, sekitar pukul 16.30 WITA. Kobaran api yang muncul secara tiba-tiba dengan cepat membesar dan menghanguskan sebagian besar bangunan bengkel serta sejumlah peralatan di dalamnya.

Menurut keterangan warga sekitar, asap tebal mulai terlihat mengepul dari bagian belakang bengkel sebelum api menjalar ke seluruh ruangan. “Awalnya kami kira ada yang bakar sampah, tapi ternyata api muncul dari dalam bengkel. Langsung ramai warga datang bantu padamkan,” ujar salah satu saksi mata, Rahmat (41), yang turut membantu proses pemadaman.

Warga bersama petugas pemadam kebakaran yang tiba tak lama setelah laporan diterima, bahu membahu menjinakkan api agar tidak merembet ke bangunan di sekitarnya. Beruntung, api berhasil dipadamkan sekitar satu jam kemudian, meski sejumlah peralatan bengkel dan sebagian bangunan sudah dalam kondisi hangus terbakar.

Tidak Ada Korban Jiwa, Tapi Kerugian Material Cukup Besar

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa maupun luka-luka akibat insiden ini. Namun, kerugian material ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Sejumlah alat berat, kompresor, oli, suku cadang, dan motor milik pelanggan yang sedang diperbaiki ikut terbakar.

“Alhamdulillah nyawa selamat, tapi semua alat habis. Bingung juga mau mulai dari mana lagi,” ujar pemilik bengkel, dengan mata berkaca-kaca.

Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik dari salah satu mesin servis yang masih terhubung ke arus listrik saat bengkel tidak beroperasi.

Imbauan untuk Tetap Waspada di Musim Kemarau

Musim kemarau yang mulai melanda wilayah NTB membuat risiko kebakaran meningkat. Suhu panas dan udara kering menjadi kombinasi berbahaya jika tidak diimbangi dengan kewaspadaan dan sistem kelistrikan yang aman.

Pemerintah desa dan aparat setempat mengimbau masyarakat untuk selalu memeriksa instalasi listrik, menghindari pembakaran terbuka tanpa pengawasan, serta menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) di tempat usaha maupun rumah tangga.

“Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada. Musim kemarau ini sangat rawan. Semoga kejadian di Apitaik menjadi peringatan bagi kita semua,” ujar Kepala Desa Apitaik,

Doa dan Dukungan untuk Pemilik Usaha

Kebakaran ini menjadi pukulan berat bagi keluarga pemilik bengkel, yang telah menjalankan usaha tersebut selama lebih dari satu dekade. Banyak warga sekitar yang ikut prihatin dan memberikan bantuan secara sukarela, baik berupa tenaga, makanan, maupun dukungan moral.

“Kami doakan semoga diberikan ketabahan dan rezeki pengganti yang lebih baik. Masyarakat Apitaik insyaallah selalu siap saling bantu,” ujar Ketua Pemuda setempat, Jamaludin.

Semoga kejadian ini menjadi pengingat penting akan pentingnya keselamatan dan solidaritas di tengah masyarakat. Dan semoga yang tertimpa musibah serta keluarganya segera bangkit dan kembali menghidupkan usahanya.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *