Home / Daerah / Lombok Timur / Warga Pohgading Geruduk Kantor Desa, Desak Kades Mundur karena Dugaan Korupsi Dana Sampah Rp225 Juta!

Warga Pohgading Geruduk Kantor Desa, Desak Kades Mundur karena Dugaan Korupsi Dana Sampah Rp225 Juta!

Lombok Timur, 11 September 2025 — Puluhan warga Desa Pohgading, Kecamatan Pringgabaya, turun ke jalan melakukan aksi unjuk rasa menuntut Kepala Desa mereka untuk mundur dari jabatannya. Aksi ini dipicu oleh dugaan penyelewengan Dana Desa senilai Rp225 juta, yang dianggarkan untuk pengadaan mobil pengangkut sampah.

Massa aksi menyoroti pengadaan kendaraan yang dinilai tidak transparan. Berdasarkan dokumen anggaran, dana tersebut semestinya digunakan untuk membeli mobil pikap L300, namun realisasinya disebut berubah menjadi Suzuki Carry, yang keberadaannya pun kini dipertanyakan.

“Kami tidak pernah lihat mobil itu dipakai. Bahkan bentuknya saja tidak jelas. Lalu ke mana dana Rp225 juta itu?” seru salah satu orator dalam aksi yang digelar di depan Kantor Desa Pohgading, Kamis (11/9).

Warga Tuntut Transparansi dan Audit Independen

Dalam aksinya, warga membawa spanduk dan poster bertuliskan berbagai tuntutan, termasuk desakan agar Inspektorat Lombok Timur dan aparat penegak hukum segera mengusut tuntas dugaan penyimpangan anggaran tersebut.

Menurut Koordinator Aksi, masyarakat sudah berulang kali mempertanyakan transparansi penggunaan dana desa, namun tidak pernah mendapat penjelasan yang memuaskan.

“Ini bukan kasus pertama. Tapi warga sudah muak. Kami butuh pemimpin yang amanah, bukan yang main-main dengan uang rakyat,” tegasnya.

Kepala Desa Masih Bungkam

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Pohgading belum memberikan pernyataan resmi. Begitu pula pihak Kecamatan Pringgabaya yang disebut telah menerima laporan masyarakat terkait kasus ini, namun masih belum merespons secara terbuka.

Masyarakat mengancam akan menggelar aksi lanjutan dengan massa yang lebih besar jika tuntutan mereka tidak direspons secara serius dalam waktu dekat.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *