Lombok Timur – Musim panen menjadi momen penting dan penuh harap bagi para petani di berbagai penjuru Nusantara. Begitu pula yang terlihat di salah satu desa pertanian di wilayah Lombok Timur, di mana seorang petani dengan penuh semangat menjemur hasil panennya di lahan sawah yang baru saja dipanen.
Dalam foto yang diambil pada Senin (28/7/2025) pagi, tampak seorang petani mengenakan caping dan pakaian sederhana sedang sibuk menjemur dan membersihkan bulir-bulir padi yang telah dikeringkan. Ia berdiri di atas hamparan tikar plastik biru yang digunakan sebagai alas penjemuran, dikelilingi oleh tumpukan padi dan beberapa bakul tradisional dari anyaman bambu yang siap menampung hasil panen.
Asap putih mengepul dari tumpukan jerami yang dibakar di sebelah lahan sawah yang telah dipanen. Pembakaran jerami ini kerap dilakukan sebagai bagian dari tradisi dan metode pembersihan lahan sebelum musim tanam berikutnya dimulai.
Meski cuaca tampak mendung sebagian, sinar matahari yang menembus awan cukup membantu proses pengeringan padi. Petani tersebut terus bekerja dengan penuh dedikasi, memisahkan padi dari jerami secara manual menggunakan alat-alat tradisional. Momen seperti ini menjadi potret nyata semangat kerja keras petani yang sering luput dari sorotan.
Perjuangan di Tengah Keterbatasan
Kegiatan menjemur padi pascapanen bukan sekadar rutinitas biasa. Proses ini merupakan tahapan penting dalam menjaga kualitas hasil panen. Setelah dipanen, padi harus dijemur hingga benar-benar kering agar dapat digiling dan menghasilkan beras berkualitas baik. Kegagalan dalam proses penjemuran bisa berujung pada penurunan harga jual, bahkan pembusukan.
Namun di tengah perkembangan zaman, banyak petani di daerah pedesaan masih bertahan menggunakan cara tradisional karena keterbatasan akses alat modern dan infrastruktur pertanian yang memadai. Hal ini menjadi tantangan tersendiri yang memerlukan perhatian dari pemerintah daerah dan pemangku kebijakan terkait.
Simbol Ketahanan Pangan
Petani seperti yang terlihat di foto adalah garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Di balik kerja keras mereka, ada harapan besar agar hasil panen bisa mencukupi kebutuhan keluarga, pendidikan anak-anak, hingga menopang ekonomi lokal.
Masyarakat pun diharapkan dapat lebih menghargai hasil pertanian lokal dan mendukung upaya pemberdayaan petani, termasuk dengan membeli langsung dari petani, mendukung program pertanian berkelanjutan, dan menghindari praktik pemborosan makanan.
Penutup
Potret sederhana seorang petani yang menjemur padi di bawah langit desa ini adalah pengingat bahwa tangan-tangan petani adalah pilar kehidupan kita. Dengan ketekunan, mereka terus bekerja meski di tengah panas, asap, dan tantangan cuaca yang tak menentu. Sudah selayaknya perjuangan mereka mendapatkan dukungan penuh, agar sektor pertanian terus tumbuh dan memberikan kesejahteraan yang adil bagi seluruh rakyat Indonesia.