Home / Ragam / Sosial / Ribuan Warga Tumpah Ruah di “Jalan Sehat Kerukunan”: Wagub NTB Serukan Persatuan dalam Keberagaman

Ribuan Warga Tumpah Ruah di “Jalan Sehat Kerukunan”: Wagub NTB Serukan Persatuan dalam Keberagaman

Mataram, — Semangat persatuan dalam keberagaman kembali digaungkan melalui kegiatan Jalan Sehat Kerukunan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Sabtu (16/8). Bertempat di Jalan Udayana, Kota Mataram, acara ini menyatukan puluhan ribu peserta dari berbagai agama, latar belakang, dan wilayah se-NTB dalam suasana penuh semangat dan kebersamaan.

Acara dilepas langsung oleh Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri, didampingi Kapolda NTB, Irjen Pol. Hadi Gunawan, serta Kepala Kanwil Kemenag NTB, Zamroni Aziz. Tercatat, lebih dari 50 ribu peserta memadati rute jalan sehat yang menjelma menjadi simbol kuatnya toleransi dan keharmonisan antar umat beragama di Bumi Gora.

Dalam sambutannya, Wagub Indah menyampaikan apresiasi mendalam atas penyelenggaraan kegiatan yang bukan hanya menjadi ajang olahraga, namun juga wahana membangun jembatan silaturahmi antar elemen masyarakat.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada Pak Zamroni dan jajaran Kemenag NTB yang telah menginisiasi kegiatan luar biasa ini—sebuah momentum untuk menyatukan seluruh umat beragama di NTB, menunjukkan pada dunia bahwa kita rukun dalam keberagaman,” ungkapnya.

Lebih dari sekadar ajang kebugaran, Jalan Sehat Kerukunan menjadi panggung bersama untuk meneguhkan semangat NTB sebagai provinsi yang makmur, religius, dan mendunia. Wagub menegaskan pentingnya menjadikan kegiatan ini sebagai tradisi yang mempererat persaudaraan, memperkuat kohesi sosial, dan menumbuhkan gaya hidup sehat.

“Selamat menikmati kegiatan ini, pastikan dari start sampai finish kita menggelorakan hal yang sama—menjunjung tinggi kebersamaan dan harmoni demi NTB yang semakin makmur dan mendunia,” tutup Wagub NTB dengan semangat.

Acara ini juga menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dan masyarakat NTB dalam merawat kerukunan serta menjadikan perbedaan sebagai kekuatan, bukan perpecahan.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *